Sukses mengembangkan koperasi wanita
(kopwan), kini Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menggandeng Gerakan Pemuda
Ansor Jatim untuk mengembangkan koperasi rakyat. Langkah ini sebagai upaya
mengakomodasi kesulitan permodalan masyarakat dari kalangan Nahdliyin
Kepastian ini seperti disampaikan
Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat dihadapatan peserta Rakerwil Ansor ke-3 di
Sidoarjo Sabtu (23/2) lalu. Soekarwo beralasan, dengan menggandeng organisasi
pemuda Ansor, maka akar permasalahan dari masyarakat Nahdliyin bisa dipetakan.
“Masyarakat kita terkadang tidak mengetahui apa yang menjadi masalahnya. Bahkan
apa yang kita lihat sebagai masalah, belum tentu menjadi masalah bagi mereka.
Karena itu, Ansor harus terjun ke bawah untuk mendampingi masyarakat ini,” kata
Soekarwo.
Pendampingan ini menurut Soekarwo
diharapkan fokus pada peningkatan ekonomi rakyat. Karena ekonomi merupakan
“darahnya” pembangunan. Sehingga, lanjut Soekarwo, semua program pembangunan
yang dilakukan pemerintah akan sia-sia jika perekonomian masyarakatnya tidak
ikut membaik.
Sementara itu, dikonfirmasi terkait
teknis kerjasama antara Ansor dan Pemprov Jatim ini, Ketua GP Ansor Jatim Alfa
Isnaini, Rabu (27/2) mengatakan, keluarga besar NU terutama Ansor membuka pintu
lebar terkait tawaran tersebut. Sebagai tindak lanjut dari realisasi kerjasama
ini, GP Ansor telah menyiapkan 37 titik pengembangan koperasi rakyat di 37
kabupaten/kota. Dari ke-37 titik ini, Lanjut Alfa, yang sudah status badan
hukum baru sekitar 23 titik. “Dan kita targetkan tahun ini sudah bisa
beroperasi,” tandasnya.
Untuk teknis operasional, menurut
Alfa sepenuhnya akan ditangani pengurus cabang Ansor di masing-masing kota.
Sedangkan Pemprov Jatim akan membantu dalam permodalan koperasi. Terkait
penentuan koperasi apa yang dipilih, Alfa sepenuhnya menyerahkan kepada
masing-masing pengurus cabang.
Tidak ada komentar: