GP ANSOR Kraksaan Gelar Do’a dan Dzikir Bersama

KRAKSAAN -  Ribuan pelajar tingkat SLTA se-Kota Kraksaan memadati Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan. Berkumpulnya ribuan pelajar tersebut bukan untuk melakukan unjuk rasa, melainkan guna mengikuti do’a dan dzikir bersama dalam rangka menjelang Ujian Nasional (UN), Sabtu (6/4) pagi.
Acara  do’a dan sholawat bersama yang diprakarsai oleh Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kraksaan itu disambut antusias oleh pelajar tingkat SLTA yang ada di wilayah Kota Kraksaan. Hal itu terlihat dari banyaknya pelajar yang mengikuti acara do’a dan dzikir tersebut. Selain pelajar, para orang tua dan guru juga tampak hadir mendampingi putra-putrinya.

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Nuriz Zamzami ST menuturkan digelarnya kegiatan tersebut dalam upaya memberikan semangat kepada pelajar terutama yang sebentar lagi akan melaksanakan Ujian Nasional (UN). “Kegiatan do’a dan dzikir bersama dalam rangka menyambut Ujian Nasional (UN) tersebut akan dijadikan agenda tahunan bagi GP PC Ansor Kraksaan,” kata Gus Nuriz.

Lebih lanjut, Gus Nuriz menjelaskan terkait dengan digelarnya do’a dan sholawat bersama tersebut tidak lain karena GP Ansor memiliki rasa tanggung jawab terhadap pelajar sebagai generasi penerus bangsa, sehingga memberikan wadah dalam upaya pendidikan penguatan iman. “Selain usaha belajar yang telah dilakukan oleh pelajar dalam menghadapi Ujian Nasional wajib diimbangi dengan do’a dan keyakinan,” ujar Gus Nuriz.

Menariknya, dalam majelis  do’a dan dzikir bersama ribuan pelajar yang dimulai sekitar pukul 09.15 itu dipandu langsung oleh Gus Ali Mustofa selaku pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ulum Kacuk Malang.

Mengawali acara tersebut, Gus Ali Mustofa sedikit memberikan gambaran agar semua peserta para pelajar mengingat semua apa yang telah dilakukan. Terlebih perbuatan terhadap para orang tua, guru dan di lingkungan masyarakat. Bercerita terkait dengan jasa dan perjuangan yang telah dilakukan oleh orang tua terhadap putra-putrinya.

Cerita Gus Ali pun dilanjutkan dengan bacaan-bacaan dzikir, suasanapun tampak semakin haru. Tanpa disadari para pelajar langsung tertunduk. Tidak hanya itu, tampak para peserta terlihat banyak yang meneteskan air mata dan tersedu-sedu menangis. Bukan hanya pelajar yang terlihat menangis histeris, para orang tua dan guru yang mendampingi tak kalah harunya, juga terlihat menangis.

Gus Ali Mustofa berharap dengan dilangsungkannya do’a dan dzikir bersama itu, nantinya kedepan pelajar selaku generasi penerus akan menjadi generasi yang lebih baik dalam segala hal. Selain, dalam bidang pelajaran hal yang tidak kalah pentingnya, pelajar memiliki akhlakul karimah yang lebih baik, perilaku yang lebih baik, baik terhadap sesama pelajar, dengan orang tua, dengan para guru serta di lingkungan masyarakat.

“Hal yang terpenting adalah memberikan pembekalan terhadap pelajar dengan iman dan taqwa, sehingga mencetak generasi muda yang berakhlakul karimah,” ungkap Gus Ali.

Lebih lanjut, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ulum Kacuk Malang ini berharap kepada para pelajar yang sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional agar menumbuhkan rasa keyakinan pada diri sendiri bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini semata-mata berkat Allah SWT. Sehingga, mengajak kepada pelajar agar selain berupaya dengan melalui usaha belajar yang rajin dan penuh semangat. Pelajar hendaknya, selalu berdo'a dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Tumbuhkan rasa yakin bahwa kalian mampu mengerjakan soal-soal ujian nanti,” harapnya singkat.

Bukan hanya kepada siswa, kepada para orang tua Gus Ali Mustofa berharap agar para orang tua semakin sadar akan amanat Allah SWT, kewajiban sebagai orang tua untuk memberikan pendidikan kepada putra-putrinya dan memberikan bekal iman dan taqwa.

“Bimbing dan terus bekali putra-putri dengan ilmu pendidikan umum. Dan  bekalilah pendidikan agama Islam sebagai pembentukan insan yang berakhlakul karimah,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo menyambut baik dengan digelarnya do’a dan dzikir bersama pelajar yang diprakarsai oleh PC GP ANSOR Kraksaan tersebut. Pasalnya, kegiatan ini dapat memberikan bekal ketenangan jiwa dan hati bagi pelajar yang sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional.

Tutug berharap kepada pelajar agar terus berusaha meningkatkan jam belajar, selain dengan memperbanyak latihan-latihan soal pelajaran. Dan hal yang tidak kalah pentingnya, pelajar hendaknya terus mendekatkan diri kepada Allah SWT, meminta dan berdo’a agar diberi kemudahan, kesuksesan didalam mengerjakan soal-soal Ujian Nasional nanti. Sehingga, dapat lulus 100% dengan nilai yang baik. “Selain berusaha dengan belajar yang rajin, jangan lupa berdo’a kepada Allah SWT,” ungkapnya singkat.

Hadang Terorisme, BNPT & GP Ansor Rangkul Santri

Jombang - Upaya preventif terhadap aksi radikalisme berkedok Islam terus dilakukan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Teroris), Densus 88 Anti Teror Polri. Dengan menggandeng GP Ansor Jatim, mereka melakukan sosialisasi bahaya radikalisme kepada ratusan santri di Ponpes Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang,

Sosialisasi kepada santri ini dilakukan agar bahaya dan dampak negatif radikalisme bertopeng Islam bisa dihindari. Selain itu juga sebagai upaya deteksi dini terkait gerakan terorisme yang cukup meresahkan itu.

"Sosialisasi bertujuan mencegah sejak dini pertumbuhan teroris di kalangan pesantren. Dengan begitu, para santri yang masih muda tidak mudah untuk dicuci otak oleh kelompok radikal," kata salah satu petugas BNPT Kombes Pol Thoriq.

Sementara itu Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Jatim Alfa Isnaeni mengatakan, paradigma teroris berkembang di pesantren harus dibuang jauh-jauh. Pesantren adalah tempat mencari ilmu, terutama ilmu agama. Bukan sebaliknya, pesantren sebagai lahan subur untuk menyemai bibit radikalisme.

"Bagi kami NKRI adalah harga mati. Sedangkan pesantren adalah tempat untuk menuntut ilmu agama dan digunakan untuk kemaslahatan umat. Paradigma pesantren sebagai akar teroris harus dibuang," ujar Alfa.

Salah satu pengasuh Ponpes Bahrul Ulum, Solahul Am Notobuono atau Gus Aam, menyambut baik upaya yang dilakukan BNPT tersebut. Ia juga mengatakan bahwa selama ini pesantren Tambakberas masih konsisten mengembangkan pengetahuan agama. Dengan begitu, dari rahim Bahrul Ulum akan mampu melahirkan intelektual islam yang mumpuni. Setia kepada NKRI dan selalu berpegang pada nilai aswaja (ahlus sunah wal jamaah).

Selain diikuti santri, sosialisasi tersebut juga diikuti oleh puluhan anggota GP Ansor dan Banser dari seluruh cabang di Jawa Timur. Pada acara ini, BNPT juga membeberkan serangkaian aksi terorisme berkedok Islam yang beraksi di Indonesia."Acara ini sangat banyak manfaatnya kami kalangan pesantren," ujar Gus Aam yang juga Ketua GP Ansor Jombang.

PEMPROV GANDENG ANSOR KEMBANGKAN KOPERASI RAKYAT

Sukses mengembangkan koperasi wanita (kopwan), kini Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menggandeng Gerakan Pemuda Ansor Jatim untuk mengembangkan koperasi rakyat. Langkah ini sebagai upaya mengakomodasi kesulitan permodalan masyarakat dari kalangan Nahdliyin
Kepastian ini seperti disampaikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat dihadapatan peserta Rakerwil Ansor ke-3 di Sidoarjo Sabtu (23/2) lalu. Soekarwo beralasan, dengan menggandeng organisasi pemuda Ansor, maka akar permasalahan dari masyarakat Nahdliyin bisa dipetakan. “Masyarakat kita terkadang tidak mengetahui apa yang menjadi masalahnya. Bahkan apa yang kita lihat sebagai masalah, belum tentu menjadi masalah bagi mereka. Karena itu, Ansor harus terjun ke bawah untuk mendampingi masyarakat ini,” kata Soekarwo.
Pendampingan ini menurut Soekarwo diharapkan fokus pada peningkatan ekonomi rakyat. Karena ekonomi merupakan “darahnya” pembangunan. Sehingga, lanjut Soekarwo, semua program pembangunan yang dilakukan pemerintah akan sia-sia jika perekonomian masyarakatnya tidak ikut membaik.
Sementara itu, dikonfirmasi terkait teknis kerjasama antara Ansor dan Pemprov Jatim ini, Ketua GP Ansor Jatim Alfa Isnaini, Rabu (27/2) mengatakan, keluarga besar NU terutama Ansor membuka pintu lebar terkait tawaran tersebut. Sebagai tindak lanjut dari realisasi kerjasama ini, GP Ansor telah menyiapkan 37 titik pengembangan koperasi rakyat di 37 kabupaten/kota. Dari ke-37 titik ini, Lanjut Alfa, yang sudah status badan hukum baru sekitar 23 titik. “Dan kita targetkan tahun ini sudah bisa beroperasi,” tandasnya.
Untuk teknis operasional, menurut Alfa sepenuhnya akan ditangani pengurus cabang Ansor di masing-masing kota. Sedangkan Pemprov Jatim akan membantu dalam permodalan koperasi. Terkait penentuan koperasi apa yang dipilih, Alfa sepenuhnya menyerahkan kepada masing-masing pengurus cabang.
Tetapi yang terpenting, kata Alfa, GP Ansor saat ini sedang menggodok mekanisme penentuan konsep koperasi syariah. Karena keberadaan syariah saat ini tidak ubahnya seperti bank konvensional yang menentukan buka cukup tinggi. “Menurut Pak Gubernur, kalau Syariah ya jangan menerapkan bunga flat 6 bulan. itu menyalahi aturan bank,” pungkasnya.

PC GP Ansor Kraksaan Peduli Jalan

Probolinggo, ANSOR
Kepedulian PC GP Ansor Kraksaan Kabupaten Probolinggo bukan hanya dituangkan di bidang agama saja di tengah-tengah masyarakat. Hal itu juga terlihat dari beberapa kegiatan yang dilakukannya selama ini. Salah satunya adalah dengan keterlibatannya dalam pengaspalan jalan, Rabu (4/7).

Keikutsertaan Banser dan PC GP Ansor Kraksaan dalam pengaspalan jalan yang dilakukan di Desa Sukapura Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo itu merupakan salah satu bentuk upaya terhadap lingkungan menuju lebih baik dan maju. Pasalnya, jalan merupakan salah satu faktor penunjang kemajuan perekonomian masyarakat. Terlebih bagi masyarakat di daerah pegunungan, keberadaan jalan sangatlah dibutuhkan.

Ditanya terkait tujuan dilangsungkannya kegiatan pengaspalan jalan tersebut, Ketua PC GP ANSOR Kraksaan Gus Nuriz Zamzami menjelaskan, hal tersebut juga merupakan bentuk kepedulian PC GP Ansor Kraksaan terhadap kemajuan pembangunan di Kabupaten Probolinggo. ”Kegiatan pengaspalan jalan di Desa Sukapura tersebut melibatkan sebanyak 30 anggota Banser,” ungkap Gus Nuriz.

Lebih lanjut, pemuda yang lebih akrab di sapa Gus Nuris ini menuturkan, upaya tersebut merupakan salah satu langkah dalam memberikan kepedulian terhadap masyarakat secara langsung. Salah satunya melalui keterlibatannya dalam pengaspalan jalan.

”Jalan merupakan salah satu faktor penting dalam upaya peningkatan perekonomian, terlebih bagi masyarakat di dataran tinggi. Karena jalan merupakan akses transportasi,” jelas Gus Nuriz.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pengaspalan jalan sepanjang 800 meter yang dilakukan oleh Banser itu tak kalah seperti halnya pekerja jalan yang sebenarnya. Pasalnya, pasukan pengaman ulama itu begitu bersemangat mangangkut batu, membersihkan jalan hingga melakukan pengaspalan. Hal itu dilakukan sejak pukul 08.30 hingga 16.00.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan contoh kepada masyarakat terutama generasi muda dalam upaya kepedulian dalam menjaga kelestarian lingkungan serta turut serta memelihara pembangunan di daerahnya masing-masing.

Nantinya juga akan dilanjutkan dengan pengaspalan jalan di beberapa desa di Kabupaten Probolinggo lainnya terutama di daerah dataran tinggi, seperti halnya di wilayah Kecamatan Tiris, Krucil, Lumbang dan yang lainnya.

Tugas GP Ansor dan Banser Jawa Timur dalam Natal dan Tahun Baru 2014

OLEH: DR.H.RM PRIYO HANDOKO SS,SH,M.Hum 
KETUA LBH GP ANSOR JAWA TIMUR


ANSOR -

Dalam pertemuan terbatas Pimpinan GP Ansor Jawa Timur, Banser Jawa Timur dan Ketua LBH GP Ansor Jawa Timur ( Gus Alfa Isnaini, Gus Imron dan H Imam Kusnin serta H.RM Priyo Handoko SS), mengintruksikan kepada seluruh Jajaran Ansor Jawa Timur dan Banser Jawa Timur serta seluruh anggota GP Ansor dan Banser Jawa Timur untuk menghormati perayaan Natal 2012 dan Tahun Baru 2013.
            Seluruh Jajaran GP Ansor Jawa Timur dan Banser Jawa Timur bukan hanya menghormati perayaan hari Natal dan Tahun baru 2013, akan tetapi seluruh anggota di Jawa Timur ikut serta mengamankan Natal 2012 dan mengamankan perayaan Tahun Baru 2013. Itulah bentuk komitmen GP Ansor dan Banser dalam rangka menjalin hubungan yang harmonis terhadap pemeluk agama lain. GP Ansor dan Banser ikut serta bertanggung jawab atas keamanan dan suksesnya perayaan dua hari besar tersebut.
            Doktrin yang diberikan oleh GP Ansor dan Banser kepada seluruh anggotanya adalah organisasi ini berada pada barisan terdepan mengatasi gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. Motto dari GP Ansor dan Banser bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati. Motto ini merupakan manisfestasi dari Visi dan Misi GP Ansor dan Banser. Tidak perlu diragukan lagi bahwa siapapun yang membuat gangguan terhhadap perayaan Natal 2012 dan Tahun Baru 2013 akan berhadapan langsung dengan GP Ansor dan Banser yang tidak takut mati dalam menjalankan tugasnya.
            Kami seluruh anggota GP Ansor dan Banser Jawa Timur akan berdiri tegak dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat bersama dengan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia. Dengan bersatunya antara GP Ansor, Banser, TNI dan Polri, maka Insya Allah dalam perayaan Natal 2012 dan Tahun Baru 2013 akan aman dan sukses. Mudah-mudahan Allah Ta’ala menjaga kita semua. Amin.

Ketua GP Ansor Jatim ke Nasdem?

Surabaya. - Ketua Dewan Pembina DPW Partai Nasdem Jatim Hasan Aminuddin mengatakan beberapa tokoh parpol lain sudah mulai merapat dan melakukan penjajakan untuk masuk ke Nasdem.

Beberapa tokoh itu di antaranya adalah mantan pentolan PKNU Fathorrosjid (mantan Ketua DPRD Jatim), Ketua PW GP Ansor Jatim Alfa Isnaeni (Kabiro SDA DPD Partai Demokrat Jatim), H Chumaedi (PKB), Achmad Zumadi (Ketua DPW PKB Pro Gus Dur di Provinsi Papua 1999-2009), dan Ketua Satkorwil Banser Jatim Imam Kusnin Ahmad.
Hal ini dikatakan Hasan Aminuddin saat ditemui di acara Silaturahmi dengan Ketua Dewan Pakar DPP Partai Nasdem Harry Tanoesoedibyo, kantor DPD Partai Nasdem Jatim, Jl Raya Darmo Surabaya, Senin (23/1/2012).

Ditemui di tempat yang sama, Alfa Isnaeni mengaku masih penjajakan dengan Partai Nasdem Jatim untuk kemungkinan bergabung.

"Saya ingin sowan kepada anggota Dewan Penasehat PW GP Ansor Jatim Hasan Aminuddin untuk diskusi politik. Nasdem itu kan fenomenal sekali, dari seluruh parpol baru, yang lolos kan hanya Nasdem," kilah Alfa yang juga orang kepercayaan Wagub Jatim Gus Ipul ini.

Alfa yang juga pengurus DPD PD Jatim ini menjelaskan, ada ruang-ruang politik yang bisa berkolaborasi bareng antara Ansor dan Nasdem. "Saya sebagai ketua Ansor Jatim kan wajib mendistribusi kader ke beberapa parpol. Nasdem menjadi pertimbangan untuk diperhitungkan," tegasnya.

Alfa menegaskan, dirinya saat ini memang masih tercatat sebagai pengurus DPD Partai Demokrat Jatim dengan posisi Koordinator Biro SDA.

"Tapi saya kan tidak bisa hanya di sana (Demokrat, red). Ada kemungkinan-kemungkinan untuk mencari tempat baru. Saya belum menyatakan pindah, tapi Nasdem jadi bahan pertimbangan," imbuhnya.

Langkah Alfa yang berencana bergabung dengan Partai Nasdem merupakan langkah pribadi, bukan secara organisasi PW GP Ansor Jatim.

"Kami tidak perlu membawa-bawa mereka (kader Ansor, red). Mereka kan sudah cerdas, mana partai yang bagus dan diperhitungkan dalam Pemilu 2014," pungkasnya.

PC GP ANSOR Kraksaan Gelar Pelatihan Buat Keset

Probolinggo, ANSOR
Guna memberikan bekal keterampilan kepada ibu-ibu wali murid di sela-sela waktu menunggu putra-putrinya yang sedang sekolah di lembaga pendidikan, PC GP Ansor Kraksaan memberikan pelatihan membuat keset.

Dari beberapa lokasi lembaga PAUD yang sudah dilakukan pelatihan membuat keset dari bahan limbah konveksi kain itu. Kini PC GP Ansor Kraksaan kembali menggelar hal serupa di TPQ Baiturrahman (Taman Pendidikan Al-Qur’an) Desa Jatiadi Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo, Kamis (14/6) sore.

Terobosan yang dilakukan oleh pemuda Ansor tersebut disambut antusias oleh para ibu-ibu di sekitar lokasi TPQ. Hal itu terlihat dari banyaknya ibu-ibu yang mengikuti jalannya pelatihan membuat keset tersebut.

Instruktur pelatihan membuat keset itu tidak melibatkan tenaga ahli (pengrajin keset dari luar) melainkan dilakukan sendiri oleh jajaran pengurus pemuda Ansor, salah satunya Ketua PAC GP ANSOR Tiris yang sudah sukses membuat keset hingga tembus ke Bali.

Gus Nuriz Zamzami selaku Ketua PC GP Ansor Kraksaan ketika menyaksikan secara langsung jalannya pelatihan tersebut menuturkan upaya tersebut dilakukan untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat dengan memanfaatkan limbah konveksi. Dengan kata akhir nantinya bisa memperbaiki.

Lebih lanjut, Gus Nuriz menambahkan bahwa kegiatan tersebut digelar dalam upaya memberikan kegiatan kepada para orang tua para umumnya kaum ibu yang sedang menunggui putra-putrinya yang sedang menimba ilmu di TPQ dan PAUD "agar tidak nganggur dan mengisi waktu itu hanya dengan ngobrol dan rasan-rasan. Sehingga dengan adanya pelatihan itu nantinya para ibu-ibu itu ada kegiatan yang positif dan bermanfaat, terlebih nantinya bisa menghasilkan uang."

Selain itu, terobosan pelatihan membuat keset yang di lakukan oleh PC GP ANSOR Kraksaan merupakan salah satu upaya bentuk kepedulian terhadap kaum nahdliyin dan sekaligus mejadi Lembaga Keterampilan dan Pelatihan (LKP) yang merupakan salah satu program dari Ansor pusat.

“Dengan adanya pelatihan itu minimal menghilangkan kebiasaan masyarakat rasan-rasan ketika berkumpul dan mengisi waktu luang untuk hal yang lebih bermanfaat,” tutur Gus Nuriz.

Pengasuh TPQ Baiturrahman, Ust. Babun Ni’am sambut baik pelatihan membuat keset yang di lakukan oleh pemuda Ansor tersebut. Pasalnya, hal tersebut akan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Harlah NU dan ANSOR

Ribuan Santri Ikuti Jalan Sehat

"Kelahiran dan perjuangan GP Ansor merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya dan cita-cita NU untuk berhikmat kepada perjuangan bangsa dalam NKRI menuju masyarakat demokratis, adil, makmur, dan sejahtera,"







KRAKSAAN - Ribuan santri dari pondok pesantren di Kabupaten Probolinggo terlihat memenuhi Alun-alun Kota Kraksaan, Minggu (9/6) pagi. Berkumpulnya santri itu guna mengikuti jalan sehat yang dihelat dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-90 NU dan harlah ke-79 GP Ansor.

Menariknya, dalam jalan sehat yang bertemakan jalan sehat seribu santri itu terlihat tidak seperti jalan sehat seperti biasanya. Pasalnya, mayoritas peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut mengenakan sarung dan berkopyah. Dalam pantauan Bromo Info, pada jalan sehat tersebut panitia menyediakan ratusan hadiah hiburan dan hadiah utama berupa lemari es dan tabungan umroh.

Jalan sehat santri yang diprakarsai oleh PC GP Ansor Kraksaan ini dilepas secara resmi oleh Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Alfi Sahri Lubis. Usai dilepas, peserta jalan sehat ini berjalan dengan menempuh jarak sekitar 2,5 km dengan mengambil garis start dan finish di sisi sebelah timur Alun-alun Kota Kraksaan.

Jalan sehat ini diikuti oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH. Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH. Nasrullah Ahmad Suja’i, Ketua PC GP Ansor Kraksaan Nuriz Zamzami serta jajaran pengurus PCNU dan MWCNU beserta lembaga, lajnah dan badan otonom se wilayah Kota Kraksaan.

Selain jalan sehat, pagi itu juga dilakukan penanaman pohon di lingkungan pesantren di wilayah Kota Kraksaan. Secara simbolis ditandai dengan penyerahan bibit pohon mangga kepada Pengasuh Pondok Pesantren Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan oleh Dandim 0820.

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH. Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah menanggapi positif kegiatan tersebut, karena jalan sehat secara tidak langsung mengajak kaum nahdliyin agar gemar berolahraga. Terlebih bagi santri yang berada di lingkungan pesantren.

KH. Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong itu berharap agar kegiatan jalan sehat dan penanaman pohon yang di prakarsai oleh GP Ansor Kraksaan terus ditingkatkan. Sebab ini kegiatan yang sangat positif, karena mengajak masyarakat untuk gemar berolahraga dan mengajak masyarakat peduli akan lingkungan. “Tingkatkan kegiatan yang langsung menyentuh ke masyarakat. Seperti kegiatan jalan sehat ini yang memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Dandim Probolinggo 0820 Letkol Inf. Alfi Sahri Lubis. Menurutnya, jalan sehat santri dan penghijauan di area pesantren itu sangat positif. Karena selain mengajak menjaga kesehatan dengan cara berolahraga, juga mengajak untuk melestarikan lingkungan melalui penanaman pohon.

“Melalui kesempatan ini saya mengajak masyarakat khususnya pelajar dan santri sebagai generasi penerus untuk selalu menjaga kebugaran tubuh. Salah satunya dengan gemar berolahraga seperti jalan kaki di pagi hari,” ujar Dandim.

Lebih lanjut Dandim menjelaskan bahwa jalan kaki di pagi hari merupakan salah satu olahraga yang paling efektif, mudah dan murah. Meski begitu, jalan kaki di pagi hari sangat banyak manfaatnya bagi tubuh kita. Selain bisa menikmati lingkungan sekitar, juga dapat menyehatkan tubuh.

“Jalan sehat ini mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan cara berolahraga jalan kaki. Selain itu juga akan menjadikan wahana refresing bagi santri pesantren yang setiap hari berada di lingkungan pondok. Dan yang tidak kalah pentingnya juga mengajak untuk melestarikan lingkungan melalui penanaman pohon,” jelas Dandim.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, ini perlu ditiru dan ditingkatkan. Karena sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan maupun kelestarian lingkungan,” tambah Dandim.

Sementara Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan KH. Nasrullah Ahmad Suja’i berharap agar jalan sehat santri dan penghijauan ini bisa menjadi sebuah agenda tahunan yang bisa dilakukan secara rutin.