GP ANSOR Kraksaan Gelar Do’a dan Dzikir Bersama
Posted by GP ANSOR KRAKSAAN on Selasa, 24 Mei 2016
KRAKSAAN - Ribuan pelajar tingkat SLTA se-Kota
Kraksaan memadati Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan. Berkumpulnya ribuan
pelajar tersebut bukan untuk melakukan unjuk rasa, melainkan guna
mengikuti do’a dan dzikir bersama dalam rangka menjelang Ujian Nasional
(UN), Sabtu (6/4) pagi.
Acara do’a dan sholawat bersama yang diprakarsai oleh Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kraksaan itu disambut antusias oleh pelajar tingkat SLTA yang ada di wilayah Kota Kraksaan. Hal itu terlihat dari banyaknya pelajar yang mengikuti acara do’a dan dzikir tersebut. Selain pelajar, para orang tua dan guru juga tampak hadir mendampingi putra-putrinya.
Ketua PC GP Ansor Kraksaan Nuriz Zamzami ST menuturkan digelarnya kegiatan tersebut dalam upaya memberikan semangat kepada pelajar terutama yang sebentar lagi akan melaksanakan Ujian Nasional (UN). “Kegiatan do’a dan dzikir bersama dalam rangka menyambut Ujian Nasional (UN) tersebut akan dijadikan agenda tahunan bagi GP PC Ansor Kraksaan,” kata Gus Nuriz.
Lebih lanjut, Gus Nuriz menjelaskan terkait dengan digelarnya do’a dan sholawat bersama tersebut tidak lain karena GP Ansor memiliki rasa tanggung jawab terhadap pelajar sebagai generasi penerus bangsa, sehingga memberikan wadah dalam upaya pendidikan penguatan iman. “Selain usaha belajar yang telah dilakukan oleh pelajar dalam menghadapi Ujian Nasional wajib diimbangi dengan do’a dan keyakinan,” ujar Gus Nuriz.
Menariknya, dalam majelis do’a dan dzikir bersama ribuan pelajar yang dimulai sekitar pukul 09.15 itu dipandu langsung oleh Gus Ali Mustofa selaku pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ulum Kacuk Malang.
Mengawali acara tersebut, Gus Ali Mustofa sedikit memberikan gambaran agar semua peserta para pelajar mengingat semua apa yang telah dilakukan. Terlebih perbuatan terhadap para orang tua, guru dan di lingkungan masyarakat. Bercerita terkait dengan jasa dan perjuangan yang telah dilakukan oleh orang tua terhadap putra-putrinya.
Cerita Gus Ali pun dilanjutkan dengan bacaan-bacaan dzikir, suasanapun tampak semakin haru. Tanpa disadari para pelajar langsung tertunduk. Tidak hanya itu, tampak para peserta terlihat banyak yang meneteskan air mata dan tersedu-sedu menangis. Bukan hanya pelajar yang terlihat menangis histeris, para orang tua dan guru yang mendampingi tak kalah harunya, juga terlihat menangis.
Gus Ali Mustofa berharap dengan dilangsungkannya do’a dan dzikir bersama itu, nantinya kedepan pelajar selaku generasi penerus akan menjadi generasi yang lebih baik dalam segala hal. Selain, dalam bidang pelajaran hal yang tidak kalah pentingnya, pelajar memiliki akhlakul karimah yang lebih baik, perilaku yang lebih baik, baik terhadap sesama pelajar, dengan orang tua, dengan para guru serta di lingkungan masyarakat.
“Hal yang terpenting adalah memberikan pembekalan terhadap pelajar dengan iman dan taqwa, sehingga mencetak generasi muda yang berakhlakul karimah,” ungkap Gus Ali.
Lebih lanjut, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ulum Kacuk Malang ini berharap kepada para pelajar yang sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional agar menumbuhkan rasa keyakinan pada diri sendiri bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini semata-mata berkat Allah SWT. Sehingga, mengajak kepada pelajar agar selain berupaya dengan melalui usaha belajar yang rajin dan penuh semangat. Pelajar hendaknya, selalu berdo'a dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Tumbuhkan rasa yakin bahwa kalian mampu mengerjakan soal-soal ujian nanti,” harapnya singkat.
Bukan hanya kepada siswa, kepada para orang tua Gus Ali Mustofa berharap agar para orang tua semakin sadar akan amanat Allah SWT, kewajiban sebagai orang tua untuk memberikan pendidikan kepada putra-putrinya dan memberikan bekal iman dan taqwa.
“Bimbing dan terus bekali putra-putri dengan ilmu pendidikan umum. Dan bekalilah pendidikan agama Islam sebagai pembentukan insan yang berakhlakul karimah,” tambahnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo menyambut baik dengan digelarnya do’a dan dzikir bersama pelajar yang diprakarsai oleh PC GP ANSOR Kraksaan tersebut. Pasalnya, kegiatan ini dapat memberikan bekal ketenangan jiwa dan hati bagi pelajar yang sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional.
Tutug berharap kepada pelajar agar terus berusaha meningkatkan jam belajar, selain dengan memperbanyak latihan-latihan soal pelajaran. Dan hal yang tidak kalah pentingnya, pelajar hendaknya terus mendekatkan diri kepada Allah SWT, meminta dan berdo’a agar diberi kemudahan, kesuksesan didalam mengerjakan soal-soal Ujian Nasional nanti. Sehingga, dapat lulus 100% dengan nilai yang baik. “Selain berusaha dengan belajar yang rajin, jangan lupa berdo’a kepada Allah SWT,” ungkapnya singkat.
Acara do’a dan sholawat bersama yang diprakarsai oleh Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kraksaan itu disambut antusias oleh pelajar tingkat SLTA yang ada di wilayah Kota Kraksaan. Hal itu terlihat dari banyaknya pelajar yang mengikuti acara do’a dan dzikir tersebut. Selain pelajar, para orang tua dan guru juga tampak hadir mendampingi putra-putrinya.
Ketua PC GP Ansor Kraksaan Nuriz Zamzami ST menuturkan digelarnya kegiatan tersebut dalam upaya memberikan semangat kepada pelajar terutama yang sebentar lagi akan melaksanakan Ujian Nasional (UN). “Kegiatan do’a dan dzikir bersama dalam rangka menyambut Ujian Nasional (UN) tersebut akan dijadikan agenda tahunan bagi GP PC Ansor Kraksaan,” kata Gus Nuriz.
Lebih lanjut, Gus Nuriz menjelaskan terkait dengan digelarnya do’a dan sholawat bersama tersebut tidak lain karena GP Ansor memiliki rasa tanggung jawab terhadap pelajar sebagai generasi penerus bangsa, sehingga memberikan wadah dalam upaya pendidikan penguatan iman. “Selain usaha belajar yang telah dilakukan oleh pelajar dalam menghadapi Ujian Nasional wajib diimbangi dengan do’a dan keyakinan,” ujar Gus Nuriz.
Menariknya, dalam majelis do’a dan dzikir bersama ribuan pelajar yang dimulai sekitar pukul 09.15 itu dipandu langsung oleh Gus Ali Mustofa selaku pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ulum Kacuk Malang.
Mengawali acara tersebut, Gus Ali Mustofa sedikit memberikan gambaran agar semua peserta para pelajar mengingat semua apa yang telah dilakukan. Terlebih perbuatan terhadap para orang tua, guru dan di lingkungan masyarakat. Bercerita terkait dengan jasa dan perjuangan yang telah dilakukan oleh orang tua terhadap putra-putrinya.
Cerita Gus Ali pun dilanjutkan dengan bacaan-bacaan dzikir, suasanapun tampak semakin haru. Tanpa disadari para pelajar langsung tertunduk. Tidak hanya itu, tampak para peserta terlihat banyak yang meneteskan air mata dan tersedu-sedu menangis. Bukan hanya pelajar yang terlihat menangis histeris, para orang tua dan guru yang mendampingi tak kalah harunya, juga terlihat menangis.
Gus Ali Mustofa berharap dengan dilangsungkannya do’a dan dzikir bersama itu, nantinya kedepan pelajar selaku generasi penerus akan menjadi generasi yang lebih baik dalam segala hal. Selain, dalam bidang pelajaran hal yang tidak kalah pentingnya, pelajar memiliki akhlakul karimah yang lebih baik, perilaku yang lebih baik, baik terhadap sesama pelajar, dengan orang tua, dengan para guru serta di lingkungan masyarakat.
“Hal yang terpenting adalah memberikan pembekalan terhadap pelajar dengan iman dan taqwa, sehingga mencetak generasi muda yang berakhlakul karimah,” ungkap Gus Ali.
Lebih lanjut, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ulum Kacuk Malang ini berharap kepada para pelajar yang sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional agar menumbuhkan rasa keyakinan pada diri sendiri bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini semata-mata berkat Allah SWT. Sehingga, mengajak kepada pelajar agar selain berupaya dengan melalui usaha belajar yang rajin dan penuh semangat. Pelajar hendaknya, selalu berdo'a dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Tumbuhkan rasa yakin bahwa kalian mampu mengerjakan soal-soal ujian nanti,” harapnya singkat.
Bukan hanya kepada siswa, kepada para orang tua Gus Ali Mustofa berharap agar para orang tua semakin sadar akan amanat Allah SWT, kewajiban sebagai orang tua untuk memberikan pendidikan kepada putra-putrinya dan memberikan bekal iman dan taqwa.
“Bimbing dan terus bekali putra-putri dengan ilmu pendidikan umum. Dan bekalilah pendidikan agama Islam sebagai pembentukan insan yang berakhlakul karimah,” tambahnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo menyambut baik dengan digelarnya do’a dan dzikir bersama pelajar yang diprakarsai oleh PC GP ANSOR Kraksaan tersebut. Pasalnya, kegiatan ini dapat memberikan bekal ketenangan jiwa dan hati bagi pelajar yang sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional.
Tutug berharap kepada pelajar agar terus berusaha meningkatkan jam belajar, selain dengan memperbanyak latihan-latihan soal pelajaran. Dan hal yang tidak kalah pentingnya, pelajar hendaknya terus mendekatkan diri kepada Allah SWT, meminta dan berdo’a agar diberi kemudahan, kesuksesan didalam mengerjakan soal-soal Ujian Nasional nanti. Sehingga, dapat lulus 100% dengan nilai yang baik. “Selain berusaha dengan belajar yang rajin, jangan lupa berdo’a kepada Allah SWT,” ungkapnya singkat.
Hadang Terorisme, BNPT & GP Ansor Rangkul Santri
Posted by GP ANSOR KRAKSAAN on
Jombang - Upaya preventif terhadap aksi radikalisme berkedok
Islam terus dilakukan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Teroris),
Densus 88 Anti Teror Polri. Dengan menggandeng GP Ansor Jatim, mereka
melakukan sosialisasi bahaya radikalisme kepada ratusan santri di Ponpes
Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang,
Sosialisasi kepada santri ini dilakukan agar bahaya dan dampak negatif radikalisme bertopeng Islam bisa dihindari. Selain itu juga sebagai upaya deteksi dini terkait gerakan terorisme yang cukup meresahkan itu.
"Sosialisasi bertujuan mencegah sejak dini pertumbuhan teroris di kalangan pesantren. Dengan begitu, para santri yang masih muda tidak mudah untuk dicuci otak oleh kelompok radikal," kata salah satu petugas BNPT Kombes Pol Thoriq.
Sementara itu Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Jatim Alfa Isnaeni mengatakan, paradigma teroris berkembang di pesantren harus dibuang jauh-jauh. Pesantren adalah tempat mencari ilmu, terutama ilmu agama. Bukan sebaliknya, pesantren sebagai lahan subur untuk menyemai bibit radikalisme.
"Bagi kami NKRI adalah harga mati. Sedangkan pesantren adalah tempat untuk menuntut ilmu agama dan digunakan untuk kemaslahatan umat. Paradigma pesantren sebagai akar teroris harus dibuang," ujar Alfa.
Salah satu pengasuh Ponpes Bahrul Ulum, Solahul Am Notobuono atau Gus Aam, menyambut baik upaya yang dilakukan BNPT tersebut. Ia juga mengatakan bahwa selama ini pesantren Tambakberas masih konsisten mengembangkan pengetahuan agama. Dengan begitu, dari rahim Bahrul Ulum akan mampu melahirkan intelektual islam yang mumpuni. Setia kepada NKRI dan selalu berpegang pada nilai aswaja (ahlus sunah wal jamaah).
Selain diikuti santri, sosialisasi tersebut juga diikuti oleh puluhan anggota GP Ansor dan Banser dari seluruh cabang di Jawa Timur. Pada acara ini, BNPT juga membeberkan serangkaian aksi terorisme berkedok Islam yang beraksi di Indonesia."Acara ini sangat banyak manfaatnya kami kalangan pesantren," ujar Gus Aam yang juga Ketua GP Ansor Jombang.
Sosialisasi kepada santri ini dilakukan agar bahaya dan dampak negatif radikalisme bertopeng Islam bisa dihindari. Selain itu juga sebagai upaya deteksi dini terkait gerakan terorisme yang cukup meresahkan itu.
"Sosialisasi bertujuan mencegah sejak dini pertumbuhan teroris di kalangan pesantren. Dengan begitu, para santri yang masih muda tidak mudah untuk dicuci otak oleh kelompok radikal," kata salah satu petugas BNPT Kombes Pol Thoriq.
Sementara itu Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Jatim Alfa Isnaeni mengatakan, paradigma teroris berkembang di pesantren harus dibuang jauh-jauh. Pesantren adalah tempat mencari ilmu, terutama ilmu agama. Bukan sebaliknya, pesantren sebagai lahan subur untuk menyemai bibit radikalisme.
"Bagi kami NKRI adalah harga mati. Sedangkan pesantren adalah tempat untuk menuntut ilmu agama dan digunakan untuk kemaslahatan umat. Paradigma pesantren sebagai akar teroris harus dibuang," ujar Alfa.
Salah satu pengasuh Ponpes Bahrul Ulum, Solahul Am Notobuono atau Gus Aam, menyambut baik upaya yang dilakukan BNPT tersebut. Ia juga mengatakan bahwa selama ini pesantren Tambakberas masih konsisten mengembangkan pengetahuan agama. Dengan begitu, dari rahim Bahrul Ulum akan mampu melahirkan intelektual islam yang mumpuni. Setia kepada NKRI dan selalu berpegang pada nilai aswaja (ahlus sunah wal jamaah).
Selain diikuti santri, sosialisasi tersebut juga diikuti oleh puluhan anggota GP Ansor dan Banser dari seluruh cabang di Jawa Timur. Pada acara ini, BNPT juga membeberkan serangkaian aksi terorisme berkedok Islam yang beraksi di Indonesia."Acara ini sangat banyak manfaatnya kami kalangan pesantren," ujar Gus Aam yang juga Ketua GP Ansor Jombang.
PEMPROV GANDENG ANSOR KEMBANGKAN KOPERASI RAKYAT
Posted by GP ANSOR KRAKSAAN on
Sukses mengembangkan koperasi wanita
(kopwan), kini Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menggandeng Gerakan Pemuda
Ansor Jatim untuk mengembangkan koperasi rakyat. Langkah ini sebagai upaya
mengakomodasi kesulitan permodalan masyarakat dari kalangan Nahdliyin
Kepastian ini seperti disampaikan
Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat dihadapatan peserta Rakerwil Ansor ke-3 di
Sidoarjo Sabtu (23/2) lalu. Soekarwo beralasan, dengan menggandeng organisasi
pemuda Ansor, maka akar permasalahan dari masyarakat Nahdliyin bisa dipetakan.
“Masyarakat kita terkadang tidak mengetahui apa yang menjadi masalahnya. Bahkan
apa yang kita lihat sebagai masalah, belum tentu menjadi masalah bagi mereka.
Karena itu, Ansor harus terjun ke bawah untuk mendampingi masyarakat ini,” kata
Soekarwo.
Pendampingan ini menurut Soekarwo
diharapkan fokus pada peningkatan ekonomi rakyat. Karena ekonomi merupakan
“darahnya” pembangunan. Sehingga, lanjut Soekarwo, semua program pembangunan
yang dilakukan pemerintah akan sia-sia jika perekonomian masyarakatnya tidak
ikut membaik.
Sementara itu, dikonfirmasi terkait
teknis kerjasama antara Ansor dan Pemprov Jatim ini, Ketua GP Ansor Jatim Alfa
Isnaini, Rabu (27/2) mengatakan, keluarga besar NU terutama Ansor membuka pintu
lebar terkait tawaran tersebut. Sebagai tindak lanjut dari realisasi kerjasama
ini, GP Ansor telah menyiapkan 37 titik pengembangan koperasi rakyat di 37
kabupaten/kota. Dari ke-37 titik ini, Lanjut Alfa, yang sudah status badan
hukum baru sekitar 23 titik. “Dan kita targetkan tahun ini sudah bisa
beroperasi,” tandasnya.
Untuk teknis operasional, menurut
Alfa sepenuhnya akan ditangani pengurus cabang Ansor di masing-masing kota.
Sedangkan Pemprov Jatim akan membantu dalam permodalan koperasi. Terkait
penentuan koperasi apa yang dipilih, Alfa sepenuhnya menyerahkan kepada
masing-masing pengurus cabang.
